Perbedaan Antara AHA, BHA dan PHA

Akhir-akhir ini produk perawatan kulit atau kecantikan yang mengandung AHA, BHA dan PHA sangat populer. Padahal, AHA BHA dan PHA merupakan senyawa asam yang memiliki kemampuan untuk mengelupas kulit. Bahan-bahan tersebut dapat mengelupas sel kulit mati. Meski baik untuk wajah, Anda tentu perlu mengetahui apa saja perbedaan dari ketiganya. Berikut ini adalah perbedaan AHA, BHA dan PHA:

1. PHA
Bahan selanjutnya adalah asam polihidroksi. Dari segi sifat, PHA memiliki kemiripan dengan AHA. Yang membedakan dari keduanya yakni ukuran molekulnya, PHA memiliki ukuran molekul yang lebih besar dibandingkan dengan AHA. Jika Anda adalah orang yang memiliki jenis kulit sensitif maka kandungan PHA akan cocok untuk Anda. Fungsi dari PHA ini adalah sebagai antioksidan dan anti inflamasi.

2. BHA
BHA adalah singkatan dari Beta Hydroxy Acid. Berbeda dengan AHA, BHA akan lebih cocok untuk kamu yang memiliki kulit berminyak. Berbagai masalah yang timbul akibat minyak, seperti komedo dan jerawat, akan teratasi dengan kandungan BHA tersebut. Hal ini karena BHA merupakan senyawa yang mudah larut dalam minyak. Jika Anda menggunakan produk yang mengandung BHA, maka kandungan ini dapat menembus pori-pori dan membersihkan minyak berlebih. Salah satu jenis BHA yang paling populer adalah asam salisilat.

3. AHA
AHA adalah singkatan dari Alpha Hydroxy Acid. AHA memiliki beberapa fungsi utama, yaitu memperbaiki tekstur kulit agar lebih halus, mengangkat sel-sel mati dari permukaan kulit, dan mengurangi kerutan halus. Tidak hanya itu, bila digunakan secara teratur, AHA juga dapat membantu meringankan bekas jerawat dan kemerahan. Kelemahan AHA adalah mereka tidak dapat menembus jauh ke dalam pori-pori. Meskipun kelebihannya adalah mudah larut dalam air. Kandungan AHA akan sangat membantu bagi anda yang memiliki kulit kering.

Itulah perbedaan AHA, BHA dan PHA yang perlu Anda ketahui. Sebelum menggunakan produk yang mengandung asam ini, sebaiknya perhatikan persentasenya. Jika tingkat persentasenya tinggi, Anda hanya dapat menggunakannya 2-3 kali seminggu.